TV tak lagi menarik!
Puasa ini benar benar tidak semenarik puasa - puasa sebelumnya,khususnya dipertelevisian. Selain karena di landa covid jadi aura dan gemuruh bulan rahmadhan agak menurun,tapi juga dari tayangan, baik saat berbuka maupun saat sahur, sahur sih lebih utamanya mungkin karena sahur lebih hangat ya sama keluarga dirumah dan hiburan yg mungkin bisa dinikmati bersama, ya tayangan Tv....
Puasa ini saya jadi rindu banget acara acara sahur jaman dulu,begitu beragam mulai dari konten komedi (mayoritas), drama islami , ataupun konten agamis (walaupun jarang saya tonton). Cuma kayaknya dulu lebih banyak dan setiap Tv berlomba lomba buat acara keren untuk menemani kita saat sahur.
Saya kangen akan trio maut Alm Olga, Komeng dan adul, kangen juga PPT edisi awal atau kangen kipli diserial Kiamat sudah dekat. Tapi sekarang gimana? Jujur sekarang benar benar terasa sekali TV begitu monoton dan kering akan kreativitas. Keringnyakreativitas Tv mulai tercium beberapa tahun terakhir,untungnya ramadhan tahun lalu masih ketolong dengan acara ini sahur yang sekarang udah nggak lagi ditayangkan.
Di luar keresahan diatas, karena pandemik ini saya jadi punya porsi menonton Tv lebih banyak, karena kan pastilah bosen kalo seharian dihabisin didepan gadget terus terusan. Dan ya lagi lagi saya tidak juga menemukan ketertarikan yang sama pada program program acara Tv sekarang ini, ya paling ujungnya kartun lagi kartun lagi. Dan yg keluar dari opini saya ssat melihat Tv sekarang ini ya "Tv terasa monoton".
Dari kejadian ini dan mungkin bukan cuma saya, tapi beberapa kalangan di usia saya sudah bisa menyimpulkan bahwa TV sudah tidak lagi menarik !. Lalu kenapa sih Tv tidak lagi menarik, dan kenapa terasa sangat sangat monoton dan hampir sama antara Tv satu dengan lainya?.
Saya melihat dari sisi penikmat Tv yang agak sotoy ya hehe, jadinya punya beberapa opini ya seterah mau diiyakan atau nggak...
1. Rating.
Mungkin udah banyak lah yg bahas bahwa rating adalah pembunuh kreativitas Tv saat ini. Tapi menurut saya bukan rating lah yg membunuh, tapi bagaimana Tv menyikapi rating itu. Dulu juga ada rating (walau "kayaknya" powernya ga sebesar sekarang), tapi Tv menyikapinya dengan lebih baik dari sekarang,yaitu dengan berlomba lomba bikin program yg fresh dan formulanya belom pernah di tayangin di Tv lain.
Tapi ga bisa disalahin juga karena emang tv butuh rating mau sekreatif dan sebaru apa acaranya kalo rating ga bagus itu berarti sponsor juga ga masuk, pemasukan gaada dan berujung pada kelarnya sebuah acara. Dan akhirnya Tv jadi males cenderung ngambil jalan pintas,ngikutin formula yg udah jadi aja dan imbas terbesar yaitu acara tiap chanel Tv jadi sama. Dan public figure yg keluar ya itu-itu lagi.
2. Perkembangan media lain.
Udah bukan rahasia umum bahwa kecanggihan internet dan teknologi komunikasi membawa beberapa perubahan, baik dari kebiasaan manusia juga media yg berkembang. Berangkat dari kebosanan akan televisi juga tida mendapatkan porsi yang dimau, akhirya ada beberapa orang yg mencoba memanfaatkan diri di media yang lain selain Tv, hal ini juga dilakuin sama penonton yg udah bosen dan mulai mendapatkan bayak pilihan dari perkembangan media. Alhasil eksistensi Tv udah mulai tergerus, dan ketidakbisaan tv membaca trend yg berkembang, juga makin banyaknya pilihan di media lain ya membuat kita akhirnya palingkan muka dari Tv.
3. Tv mulai menyandur internet
Sekarang ini sepertinya Tv mulai sadar bahwa eksistensinya mulai tergerus, dan mencoba mengintip apa yg kini tengah hits di sosmed khususnya youtube. Dari mulai membuat konten "mirip mirip" yang ada di dunia maya, bahkan rela menyandur habis habisan. Sekali lagi buat apa? Ya buat rating. mereka seakan mau menarik masa seseorang atau konten yg ada di internet ke dalam mereka. Apa itu salah? Nggak, gaada yg salah. Tapi tidak semua konten pas dan seberhasil apa yg terjadi di lini masa internet. Seperti kata pepatah "orang tidak akan jatuh cinta pada kedua kalinya". Ya mungkin beberapa doang yg ketarik dan menetap,tapi yg lainya bagaimana ? Dan mungkin akan mencari yang lain...
4. Batasan batasan yg mulai tumbuh.
Batasan batasan sekarang juga bisa jadi faktor Tv begitu membosankan saat ini. Sebenernya batasan batasan itu punya tujuan yang bagus tapi, dengan adanya batasan itu jadinya Tv takut untuk bereksplorasi dan cenderung main aman. Batasan ini ada bukan hanya dari lembaga yg berwenang tapi juga dari sikap kritis yg berlebihan dari masyarakat.
Hal ini karena masyarakat cenderung memberikanya semua kepada tv terutama dalam tayangan anak. Padahal sebagai orang tua sikap kontrol juga sebagai teman diskusi anak diperlukan untuk anak melahap tayangan Tv, bukan semata mata menyerahkan dan menuntut untuk Tv berfikir dan cenderung menyalahkan, sementara kita tidak melakukan langkah prefentif.
Dua hal ini menurut saya jadi membatasi dan mengungkung daya kreatif Tv dalam membuat konten yg menarik,adapun kalau tv membuat konten yg salah akan rambu-rambu. Seharusnya jalur dialog lah yg dilakukan bukan dengan mengumpat dan membuat Tv jadi punya kecendrungan takut untuk berkreasi.
Yah itu saja sih yang saya sebagai penonton lihat, saya harap sih ada jalan tengah biar Tv jadi sesuatu yg menarik lagi untuk ditonton di tengah bersama keluarga, dan berkembang di saat teknologi komunikasi juga berkembang....

Komentar
Posting Komentar