Catatan akhir sekolah, Catatan film favorit
Halo, selamat siang, sore, malam atau apapun lah pas kalian baca. Kali ini saya mau membahas Film. disclaimer dulu,tulisan ini bukan mau sok-sok an atau gimana ya, saya juga orangnya bukan film banget jadi ya ini tulisan opini sesaat aja sama kayak tulisan lainnya.
Oke lanjut aja, Bohong kalo kalian yang punya Kaka atau Abang-abang yang besar diera 90-an akhir sampe 2000 an awal kalian ga banyak dapetin refrensi yang sama dari Kaka kalian, entah itu musik ataupun film. Coba berapa film ataupun musik yang kalian tau dari mereka? Pasti banyak lah ya, begitu juga saya.
Karena saya punya abang yang besar diera itu banyak banget film atau musik yang saya tau dari dia. Bahkan kaset-kaset ataupun CD film (kayaknya bajakan) diera itu masih rapih dirumah.
Dari beberapa hal itu pasti adalah ya yang cocok sama kalian atau bahkan jadi part terbaik buat kalian. Nah, hal ini sama kayak saya khusunya di film. Ada beberapa film yang menurut saya jadi salah satu film terbaik dan berkesan buat saya, salah satunya yaitu film "Catatan Akhir Sekolah".
Film besutan sutradara Hanung Bramantyo ini entah kenapa begitu berkesan sekali buat saya. Film ini rilis pada tahun 2005 dan pertamakali diperlihatkan secara "paksa" oleh Abang saya ya pas saya SD akhir, kurang lebih tahun 2009-2010 lah ya.
Padahal kalau dipikir-pikir film ini punya ide cerita yang terbilang sederhana. Dimana film ini mengisahkan 3 orang anak SMA yang dianggap warga kedua, mau bikin film dokumentasi tentang sekolah mereka dengan fikiran mau keren kerenan aja gitu. Dan seperti film remaja lainya tentunya ada bumbu-bumbu percintaan khas anak SMA dan juga ada kisah persahabatan yang jadi satu didalam film tersebut. Secara sinematografi film ini juga sederhana banget kok, dan kayaknya ga banyak kesulitan dalam eksekusinya (yaa sok taunya saya aja).
Tapi menurut saya dibalik kesederhanaan film tersebutlah yang menarik, kesan yang saya dapat juga ga terlalu berat, apalagi untuk anak SD mau ke SMP yang menonton pada saat itu. Penonton diajak melihat kehidupan khas anak SMA di sekolahnya juga diluar sekolah. Part part romantik ala remaja anak SMA nya juga diperlihatkan ga lebay cendrung pas, meskipun begitu tetap ada api-apinya. Dan mungkin yang paling spesial adalah saya mendapatkan gambaran kehidupan anak SMA untuk pertama kalinya di film tersebut, dan makin jadilah dengan harapan saya supaya masa SMA saya seperti film tersebut.
Tapi yang makin membuat saya berfikir ini salah satu film terbaik menurut saya adalah soundtrack nya, film ini diisi sama soundtrack yang kualitasnya bagus banget, bahkan nempel banget. Ada beberapa lagu dalam film ini yang nempel banget seperti lagu I remember nya Mocca, Sunday lovely Sunday dari Edson, The monophones dengan lagunya rain of Jully. lewat beberapa lagu ini kalo kita ngedengerin lagunya aja bisa kebayang scene dari film Catatan akhir sekolah.
Dan kalo dipikir-pikir kenapa film 2000an awal selalu diisi soundtrack yang keren ya?, entah itu Janji Joni, Catatan Akhir Sekolah, Ada Apa Dengan Cinta. Mereka punya keseimbangan antara cerita yang menarik, tapi dibalut dengan kesederhana ditambah sama soundtrack yang keren ditiap scene-nya,seakan punya kesan antara film dan musik jadi suatu hal yang saling mengisi. dan hal itu makin nambah kualitas film.
Pastinya juga kalian kalo nonton film gak afdhol dong kalo ga ngedenger musik yang memorable banget buat film tersebut.
Nah itu tadi beberapa hal yang ngebuat saya merasa film yang diaktori Vino G. Bastian, Ramon Y. Tungka, Marcel Chandrawinata begitu membekas buat saya. Gimana kalau kalian ada ga film yang jadi favorit kalian yang diturunkan (secara tidak langsung) oleh Kaka atau Abang kalian? Atau justru kalian yang menurunkan ke adik kalian?.
Komentar
Posting Komentar